Scaffolding baja ringan banyak digunakan dibanding material lainnya. Dalam dunia konstruksi scaffolding menjadi bagian penting yang banyak digunakan para pekerja. Alat berat ini memiliki peran dalam industri konstruksi sebagai perancah atau penyangga. Kerangka yang bisa berfungsi untuk mendukung para pekerja konstruksi, renovasi atau bahkan perawatan gedung. Dengan bantuan scaffolding pekerjaan tersebut semakin mudah dan lebih aman. Agar lebih jelas bisa simak penjelasan tentang scaffolding berikut ini.

Pengertian dan Jenis Scaffolding Baja Ringan
Sebagian besar masyarakat biasa tentu masih bingung dengan nama scaffolding, namun untuk pekerja konstruksi alat tersebut memiliki peran begitu penting. Dimana scaffolding itu sendiri merupakan salah satu elemen yang berfungsi sebagai struktur penyangga untuk membantu pekerjaan konstruksi dalam berbagai tugasnya. Mulai dari perawatan. pemasangan atau bahkan melakukan renovasi rumah.
Scaffolding terbuat dari pipa atau tabung logam dari material besi, bambu atau kayu. Penggunaan scaffolding ini memberikan keamanan dan stabil bagi para penggunanya. Sebab dengan scaffolding memudahkan pekerja untuk mengakses area yang tinggi dan sulit terjangkau.
Jenis scaffolding pun cukup bervariasi. Sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Membantu fleksibilitas dalam konstruksi baik di lapangan maupun di dalam ruangan.
Banyaknya jenis material scaffolding yang digunakan salah satu yang cukup populer yaitu dari baja ringan. Scaffolding juga hadir dengan beberapa jenis dalam proyek konstruksi, sehingga tidak hanya memiliki variasi dar desain dan konstruksinya saja. Akan tetapi jenis scaffolding untuk dapat memenuhi kebutuhan beragam situasi di lapangan kerja.Adapun beberapa jenis scaffolding antara lain:
Scaffolding Ringlock
Jenis scaffolding yang pertama yaitu ringlock. Termasuk kedalam jenis scaffolding modular yang cukup fleksibel. Jenis scaffolding ini dapat disesuaikan dengan berbagai bentuk dan tinggi bangunan. Memiliki tingkat keakuratan yang bagus dan kestabilan. Bahkan banyak digunakan untuk proyek-proyek yang membutuhkan konfigarisi komplek.
Scaffolding Tubular
Sedangkan untuk jenis scaffolding yang kedua ini paling umum digunakan pada berbagai proyek konstruksi. Scaffolding baja ringan tubular terbuat dari bahan berkualitas dan kokoh. Bahkan memiliki ketahanan yang cukup lama. Scaffolding mudah dirakit dan memiliki tingkat stabilitas tinggi. Jenis scaffolding ini banyak digunakan untuk pekerjaan konstruksi bertingkat tinggi seperti gedung pencakar langit.
Dilansir dari video YouTube MASA BUILDING SOLUTION scaffolding tubular banyaak digunakan pada gedung bertingkat tinggi atau pencakar langit. Memungkinkan scaffolding dapat menahan beban netral dari angin, gempa hingga benturan. Scaffolding ini bertindak seperti silinder berongga menopang tegak lurus ke tanah. Dari dulu hingga sekarang scaffolding tubular sering dimanfaatkan untuk membangun gedung-gedung paling tinggi.
Scaffolding Suspended
Sedangkan untuk jenis scaffolding selanjutnya uni banyak digunakan para pekerja di area yang sulit dijangkau secara vertikal. Scaffolding suspended terdiri dari platform yang digantung dari struktur di atasnya dengan menggunakan kabel atau rantai. Biasanya jenis ini banyak digunakan dalam melakukan pekerjaan seperti pengecatan gedung bertingkat tinggi atau perawatan jembatan.
Scaffolding Layher
Scaffolding layher terbuat dari alumunium ringan sehingga mudah diangkat dan dirakit. Memiliki mobilitas tinggi sehingga cocok digunakan dalam proyek yang melibatkan perbaikan atap maupun perawatan gedung. Selain itu, menawarkan kemudahan akses ke berbagai area bangunan termasuk yang sulit dijangkau sekalipun.
Penggunaan scaffolding baja ringan tentu memudahkan para pekerja konstruksi. Apalagi untuk membantu pekerjaan jauh lebih mudah dan aman. Sesuaikan jenis scaffolding dengan kebutuhan masing-masing agar tidak terhambat dan pastinya jauh lebih minim risiko./sinta



